Translate

Kamis, 12 November 2015

AAI




Judul               : Aku Anak Indonesia
Pemeran          :  Dinda Hauw, Giorgino Abraham, Dante Valreand, dan masih banyak lagi.
Sutradara         : Subakti IS
Penulis              : sara Nathaniel
Produksi          : SinemaArt
Saluran            : RCTI
Siaran perdana; 27 April 2015
Aku Anak Indonesia
Episode 08 (5 Mei 2015)

Sinetron Aku Anak Indonesia adalah sinetron produksi SinemArt yang memotret kehidupan anak SMA. Aku Anak Indonesia tidak melulu berkutat pada kisah cinta atau fantasi, yang belakangan lazim ditemui di sinetron remaja. Kisah persahabatan, saling menghargai dan menerima perbedaan ditampilkan dalam sinetron yang dibintangi Dinda Hauw, Giorgino Abraham, Dante Valreand, dan masih banyak lagi.
Pada episode 8 sinetron ini diceritakan kelanjutan kisah episode 7. Arif menuliskan isi hatinya dalam sebuah surat. Surat itu berisi teriakan perubahan yang mengungkapkan keinginan anak muda. Ia tidak tau kemana surat itu harus ditujukan lalu ia melipat surat itu menjadi perahu dan mengalirkannya di sungai.
Keesokan harinya di sekolah Pak Anas merayu murid-murid perempuan termasuk Ani. Ani merasa kesal dengan perilaku gurunya itu sehingga ia melapor kepada Bu Rosa. Ani menceritakan perilaku pak Anas, tetapi Bu Rosa mengganggap itu sebagai rasa kasih sayang terhadap muridnya dan malah menyalahkan murid-murid perempuan karena tidak mau menutup auratnya. Kemudian Ani keluar dari ruangan dan bertemu Bu Dita. Bu Dita mendukung langkah Ani dan berencana akan mengangkat masalah ini dalam rapat guru besok dan meminta Ani untuk menjadi sanksi.
Sementara itu Samsul (di rumah) membaca berita tentang perampokan dan terpikir di benaknya untuk melakukan hal serupa. Ia pergi ke ATM berniat merampok, tetapi ketika orang itu keluar ada perampok yang membawa lari tas orang itu. Samsul mengejar perampok itu dan berhasil mengembalikkan tas itu. Ketika berjalan Samsul melihat orang (yang meminta uang pelican jika ingin masuk klub bola), Samsul memaksa agar ia dimasukkan ke klub bola namun malah terjadi pertengkaran diantara keduannya.
Arif datang ke rumah Samsul. Tak lam kemudian Samsul pulang dengan kakinya yang sakit lalu meminta maaf pada ibunya karena gagal masuk ke klub bola. Ibunnya merasa kecewa. Kemudian Arif mengatakan akan pergi ke komite olahraga pusat untuk membicarakan masalah Samsul semoga ada jalan keluarnya. Samsul merasa hal itu mustahil terjadi pada dirinya.
Di rapat guru ketika Pak Ali(kepala sekolah) hendak menutup rapat, Bu Dita mengajukan masalah yang dilaporkan oleh Ani. Menurut Pak Ali , ia tidak bisa menuduh tanpa adanya bukti. Bu Dita mengatakan bahwa ia mempunyai saksi lalu ia memanggil Ani. Ani menceritakan tentang kejadian yang dialami murid perempuan dan menyebutkan guru itu Pak Anas. Seketika Pak Anas langsung membela diri. Ito mengetuk pintu kemudian masuk dan menyampaikan idenya mengenai kotak pengaduan kepada kepala sekolah. Akhirnya kepala sekolah menyetujuinya.  Setelah keluar dar ruangan Ani berbicara dengan Bu Rosa dan guru lain sementara itu Wati mendengarkan percakapan mereka dari balik dinding.
Keesokan harinya Pak Ali mengumumkan tentang adanya kotak pengaduan di depan ruangannya. Ani merasa heran karena sudah 2 hari, tetapi kotak itu masih kosong.Wati merasa sangat puas melihat Ani bingung. Kemudian Wati menghampiri  Pak Anas dan memberikan surat yang ia dapat ketika Kartika hendak memasukkannya ke kotak pengaduan. Wati akan mendukung Pak Anas asalkan mau memberikan bocoran soal ulangan fisika sampai kelas 3. Pak Anas menyetujui.
Suatu ketika Samsul ingat tentang mimpinya. Ketika itu tiba-tiba ia mendengar suara panic jatuh lalu ia segera keluar dan menyarankan agar ibunya tidak usah membuka warung dahulu karena sakit. Lalu Samsul pergi dan bertemu teman-temannya(perampok). Mereka mengajak Samsul ikut merampok dan Samsul menyetujuinya.
Arif menemui Ani di meja makan. Mereka membicarakan tentang kotak pengaduan. Ani memberitahu Arif kalau kotak itu masih kosong. Ani bingung mengapa kebenaran tidak bisa membakar keberanian. Lalu Arif menasihati Ani.
Di tempat lain Samsul mulai merampok bersama teman-temannya di sebuah swalayan. Samsul mengambil uang dengan ketakutan. Sementara teman-temannya memukul para pegawai toko kemudian mereka pergi. Tak lama banyak orang yang mendatangi swalayan itu juga polisi yang mengejar para perampok. Polisi berhasil menangkap Samsul sementara teman-temannya pergi meninggalkannya.
Sinetron yang dirilis pada 27 April 2015 ini dilatar belakangi kondisi bangsa saat ini. Sinetron ini memiliki kisah-kisah yang inspirasional.  Dengan ditambahai bumbu-bumbu fiksi membuat sinetron ini semakin sempurna. Sinetron ini memotivasi anak muda penerus bangsa.
Dengan demikian sinetron ini sangat cocok ditonton oleh anak muda. Sinetron ini sangat mendidik dan memberikan pelajaran yang positif bagi para penerus bangsa. Selain itu sinetron ini mengajarkan tentang kesungguhan dan kerja keras.